Sabtu, 03 Agustus 2013

Berbakti Kepada Ibu Bapak



LAPORAN BACAAN :



Berbakti Kepada Ibu Bapak
(Ahmad Isa Asyur,2001)




 

Laporan ditulis untuk memenuhi salah satu persyaratan
kelulusan dalam mata kuliah
Pendidikan Akhlak dan Budi Pekerti

oleh
MARDHATILLAH
NIM : 1200983/2012

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INGGRIS
JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INGGRIS
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2013

Berbakti Kepada Ibu Bapak
(Oleh Ahmad Isa Asyur,2001)
A.      Mukaddimah
Ø  Latar belakang masalah
Agama Islam sangat memperhatikan, menghargai, dan menghormati hak-hak orangtua, anak-anak dan kerabat yang dekat, sehingga menekankan kepada umatnya untuk mengamalkan dengan baik. Hak yang sangat penting diantara sekian banyak hak itu ialah hak orang tua, karena dengan perantara mereka kita hadir di dunia, mengasuh, mendidik dan membesarkan hingga kita menjadi manusia yang berguna. Oleh sebab itu kita wajib menyayangi, menghormati dan membahagiakan keduanya, serta mendo’akan kebahagiaannya di dunia dan di akhirat, seperti yang diperintahkan dinul islam.
Allah Swt memberikan karunia kepada keduanya dengan adanya buah hati dari cinta mereka, buah hati yang merupakan amanah yang dititipkanNya. Kedua orang tua berkewajiban mendidik, mengasuh dan melindungi sang permata hati, dan mengantarkannya untuk menjadi manusia yang berguna.
Kita sebagai anak harus berbakti kepada keduanya. Ibu  dengan bersusah payah mengandung, melahirkan, menyusui anaknya, bangun di saat anaknya terjaga dalam tidurnya, dan memberikan kasih sayang kepada anaknya. Ayah dengan bercucuran keringat mencari nafkah untuk istri dan anaknya, bekerja banting tulang untuk menghidupi keluarganya. Apakah pantas kita sebagai anak durhaka kepada keduanya? Pantaskah kita sebagai anak membiarkan keduanya hidup susah di akhir hayatnya tanpa ada yang memelihara dan menyantuni keduanya, meski keduanya tak mengharapkan balasan kebaikan?
Ø  Tujuan Penulisan
v  Memberikan penjelasan tentang keutamaan berbakti kepada ibu bapak
v  Memberikan penjelasan tentang kewajiban anak terhadap ibu bapak.
v  Memberikan penjelasan tentang kewajiban ibu bapak terhadap anaknya.
v  Untuk memenuhi salah satu persyaratan kelulusan dalam mata kuliah Pendidikan Akhlak dan Budi Pekerti.

B.       Isi Laporan Ø
Pendahuluan
Judul : Berbakti Kepada Ibu Bapak
            Penulis                         : Ahmad Isa Asyur      Penerjemah                  : H. Salim Basyarahil
Penyunting                  : Hijriyah
Penata Letak               : Joko Trimulyanto     
Desain Sampul            : Edo Abdullah             Tebal Buku                  : 88 halaman
            Penerbit                       : Gema Insani
Ø  Isi
Berbakti kepada ibu-bapak termasuk perbuatan yang diutamakan.                                      
Abdullah bin Mas’ud ra. berkata: Saya bertanya pada Rasulullah saw.: Apakah Amal perbuatan yang paling utama?
Nabi: Berbakti pada kedua ayah bunda. Saya bertanya, kemudian apalagi? Jawabnya: Jihad (berjuang dalam jalan Allah). (HR. Bukhari, Muslim)
Allah Swt sangat besar perhatiannya terhadap hak kedua orang tua, sehingga Dia mengkaitkan bakti dan berbuat baik kepada keduanya dengan ibadah dan tauhid kepadaNya., seperti Firman Allah yang artinya ”Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatupun dan berbuat baiklah kepada ibu bapakmu” (An-nisa’:36).
                                                                                                                               
Berbakti dan berbuat baik kepada orangtua, mengasihi, menyayangi, mendo’akan, ta’at dan patuh terhadap apa yang mereka perintahkan, melakukan hal-hal yang mereka sukai dalam hal kebaikan dan meninggalkan sesuatu yang tidak mereka sukai dalam hal kejahatan adalah kewajiban yang harus dilaksanakan si anak, kesemuanya ini disebut “birrul walidain”.       
Birrul walidain adalah hak-hak orang tua yang harus dilaksanakan oleh si anak, sesuai dengan perintah islam, sepanjang kedua orangtua tidak memerintahkan atau menganjurkan kepada anak-anaknya untuk melakukan hal-hal yang dibenci Allah Swt.                                      
Perintah yang menyimpang dari aturanNya, anjuran yang bertentangan dengan syari’atNya, tak patut dipatuhu sang anak, meski diperintah oleh kedua orangtuanya. Orangtua yang berani menghalalkan yang haram, dan mengharamkan sesuatu yang halal, berarti telah menyimpang dari ajaran islam dan sang anak diperbolehkan untuk melawan perintahnya. Didalam suatu hadist dikatakan: ”Tidak sah ta’at dan patuh kepada makhluk dalam maksiat kepada Allah”.                                                     Dengan landasan ini kita dapat mengerti bahwa ta’at dan patuh kepada orangtua dalam hal kebaikan, adalah salah satu kewajiban utama dalam taqarrub kepada Allah, dan durhaka kepada keduanya merupakan salah satu dosa besar.
Hubungan yang baik dan harmonis itu harus lebih diutamakan terhadap ibu bapak yang telah bersusah payah memelihara dan mendidik permata hatinya. Terhadap orang lain, kita harus menjaga agar hubungan itu tetap erat, apalagi terhadap orang tua yang semakin renta dan tua.
 Besar dan tulusnya kasih sayang dan pengorbanan ayah dan ibu tidak dapat diukur oleh sesuatu apapun, seperti yang digambarkan Rasulullah Saw dengan sabdanya: “Anak-anak tidak mungkin bisa membalas kepadanya, kecuali kalau ia menemukan ayahnya sebagai budak lalu ia beli dan membebaskan (memerdekakannya)”. (HR muslim dan Abu Daud).
Suatu ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw: ”Siapakah yang paling baik saya jadikan sahabat dalam kehidupan ini? “Rasululallah Saw menjawab dengan singkat “ibumu”. Orang itu bertanya lagi: ”kemudian siapa ya Rasulullah?”. Beliau menjawab lagi “Ibumu”. Dengan penasaran dan tidak puas orang itu bertanya lagi: Kemudian dengan siapa ya rasulullah? Rasulullah Saw menjawab lagi dengan tegas: “Ibumu”. Orang itu masih bertanya lagi, Kemudian siapa lagi: “Kemudian siapa lagi ya Rasulullah?” rasul menjawab: kemudian dengan ayahmu. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).
Abdullah bin Mas’ud ra berkata : “Saya pernah bertanya kepada Rasul saw: Perbuatan apa yang paling disenangi oleh Allah swt?” dalam riwayat lain dikatakan:”perbuatan apa yang paling utama?” maka nabi saw bersabda:”Berbakti kepada Ibu Bapak”. Lalu aku kembali bertanya:”Kemudian apalagi ya Rasulullah?” Beliau menjawab,:”Jihad fi sabilillah” (R.Bukhari, Muslim, at turmuzi, an nasal dll).
Rasulullah saw bersabda,”Siapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dilimpahkan rejekinya , hendaklah ia berbakti kepada kedua ibu bapaknya dan memelihara silaturrahmi”. (H.R. Ahmad).
Berbakti kepada ibu-bapak, penebus dosa besar.                                                                  
Ibnu Umar berkata: Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi Muhammad Saw dan berkata: “Saya telah melakukan suatu dosa besar, apakah mungkin dosa itu diampuni?” Rasul bertanya:”Apakah kedua ibu-bapakmu masih hidup?” Lelaki itu dengan sedih menjawab:”Keduanya telah meninggal dunia”. Rasulullah bertanya lagi: “Apakah kau punya saudara ibu?” “Ya, punya”, jawab lelaki itu. Maka kembali Rasul bersabda: “Baktikanlah dirimu kepadanya”. (HR. At Turmudzi, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)
Dipanjangkan usianya dan dilimpahkan rezekinya.                                                                           “Siapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dilimpahkan rejekinya, hendaklah ia berbakti kepada kedua ibu-bapaknya dan memelihara silaturahmi”. (HR. Ahmad)
Keridhaan Allah dalam keridhaan ibu-bapak                                                           “Siapa yang membuat kedua ibu-bapaknya senang dan ridha, maka ia telah membuat Allah senang dan ridha padanya. Dan barangsiapa membuat marah orang tuanya, maka berarti ia telah membuat murka Allah.” (HR. Ibnu Najjar)
Doa seorang hamba mustajab karena baktinya kepada ibu-bapak
Ø  Ikhtisar
Berbakti dan berbuat baik kepada orangtua, mengasihi, menyayangi, mendo’akan, ta’at dan patuh terhadap apa yang mereka perintahkan, melakukan hal-hal yang mereka sukai dalam hal kebaikan dan meninggalkan sesuatu yang tidak mereka sukai dalam hal kejahatan adalah kewajiban yang harus dilaksanakan si anak, kesemuanya ini disebut “birrul walidain”.
Allah Swt memerintahkan untuk memelihara hubungan silaturrahmi, baik kepada para kerabat, tetangga atau kenalan dari kedua orangtua yang telah meniggal. Hubungan itu harus dipertahankan agar tetap baik, serasi dan harmonis, dan perbuatan yang akan merusak dan memutuskan hubungan silaturrahmi itu harus dihindari.
Hubungan yang baik dan harmonis itu harus lebih diutamakan terhadap ibu bapak yang telah bersusah payah memelihara dan mendidik permata hatinya. Terhadap orang lain, kita harus menjaga agar hubungan itu tetap erat, apalagi terhadap orang tua yang semakin renta dan tua.

C.      Khatimah
Buku ini sangat bagus dan perlu di baca oleh setiap muslim. Isinya penuh dengan penjelasan tentang berbakti kepada kedua orangtua, di perkuat pula dengan ayat alquran dan hadist nabi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar